Teknologi Olah Lubang Meningkatkan Produksi Lombok dan Pendapatan Keluarga

Bapak Yoseph Bere Iki, desa Maudemu

Bapak Yoseph merupakan sosok petani pekerja keras di desa Maudemu. Sebelumnya bpk Yoseph tidak masuk dalam kelompok tani, yang bergabung dalam kelompok adalah istrinya. Ia mulai tertarik setelah terpilih menjadi badan pengurus Hutuntani untuk mempersiapkan kegiatan semesteran petani tingkat kabupaten Belu di desa Maudemu yang diselenggarakan pada Desember 2017. Sejak bergabung dengan YMTM ia selalu serius bekerja menerapkan teknologi olah tanah yang diperkenalkan atau difasilitasi oleh YMTM. Bulan September tahun 2017 ia mencoba menerapkan teknologi olah lubang permanen di kebun lomboknya seluas 35 are. Teknologi olah lubang permanen ini diadopsi dari pertanian konsevasi. Menanam lombok bukan merupakan hal yang baru bagi Bapak Yoseph Bere.  Selama ini keluarganya hidup dari penjualan lombok yang setiap tahun selalu ditanam dalam jumlah banyak. Penanaman lombok dalam jumlah banyak ini dilakukan secara tradisional sebelum bergabung dalam kelompok dampingan YMTM.

 

 

Tahun ini didampingi oleh staf YMTM yaitu Yohanes Nipu, bpk Yoseph berhasil mengolah lubang sebanyak 1.623 lubang yang diisi dengan pupuk kompos sebanyak 1.250 kg atau rata-rata setiap lubangnya diberi 1,3 kg. Berkat kedisiplinanya dalam menggali lubang permanen dengan ukuran dalam 40 cm, lebar 40 cm dan penggunaan pupuk kompos membuat Bapak Yoseph bangga dan lebih bersemangat karena hasil tanaman lomboknya sangat berbeda jauh dari tanam secara tradisional. Jenis lombok yang ditanam yaitu jenis cabe rawit kelinci. Hasil penanaman lombok sudah dipanen sebanyak 2 kali dimana panen pertama sebanyak 15 kg dijual dengan harga Rp.12.000/Kg menghasilkan Rp.180.000. panen kedua 206 kg dikali dengan Rp.15.000 menghasilkan Rp.3.090.000. Biasanya panenan lombok akan berlangsung selama kurang lebih 4 kali. Hasil penjualan lombok digunakan untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi keluarga, anak sekolah dan bpk Yoseph membeli perhiasan emas untuk istri.

Satu hal yang membanggakan Bapak Yoseph adalah dengan melihat langsung pertumbuhan tanaman lombok yang sangat subur akibat pemupukan dasar yang sesuai standar. Keberhasilan penanaman lombok sesuai teknis ini dilakukan berkat dukungan istri yang selalu bersamanya di kebun mulai dari penggalian, pengisian pupuk sampai perawatan atau pembersihan gulma. Bapak Yoseph sangat berambisius ke depan untuk mengembangkan lombok dalam jumlah yang lebih besar dengan berkomitmen menggunakan teknologi lubang permanen ini.