Saya Bangga dan Tidak Minder Lagi

Mama Meliana Hoar - Desa Oenaek

Sebenarnya saya lahir sehat tetapi memasuki usia 3 tahun saya sakit dan lumpuh. Kaki sebelah kiri kecil dan kalau jalan tidak normal. Karena keterbatasan ini saya tidak sekolah dan lebih banyak bantu orang tua, dengan belajar tenun dari mama. Awalnya saya titip di mama yang jual di pasar local Uabau karena saya rasa malu menjual di pasar. Ternyata hasil tenun saya laku terus membuat saya termotivasi untuk terus menenun. Saya mencoba belajar lagi tenun kain “beti” kain khusus untuk laki-laki dan saat di bawa ke pasar juga laku. Harga kain beti 1 lembar Rp 1.500.000. Uang hasil penjualan sangat membantu kami dimana saya gunakan untuk kebutuhan keluarga dan membantu anak sekolah sampai sarjana. Setelah YMTM mendampingi desa kami, kami dilatih lagi untuk membuat minyak rematik dan jamu jahe instan. Pendapatan saya semakin bertambah karena minyak reumatik dan jamu ini saya bisa jual saja di rumah karena sudah dikenal bahkan sampai di kabupaten dan pernah dipamerkan di Jakarta dan Ambon mewakili Kabupaten Malaka. Selain membantu biaya anak sekolah uang hasil penjualan digunakan untuk konsumsi rumah tangga. Saya bangga dengan pendampingan YMTM yang mendorong kami untuk bekerja keras dan bergaul dengan masyarakat lain sehingga kami tidak merasa malu atau minder. Saya juga bangga karena YMTM percayakan saya untuk menceritakan pengalaman ini ke pada semua petani dalam pertemuan semestera petani. Saat ini saya menekuni dengan sungguh-sungguh 3 jenis usaha tersebut yaitu usaha tenun ikat, minyak reumatik dan jamu jahe instan karena dapat membantu keluarga kami.