PERTEMUAN SEMESTERAN PETANI “Pengembangan Masyarakat Secara Terpadu Yang Berpusat Pada Aset”

YMTM bersama petani dampingan di kabupaten Belu telah menyelenggarakan pertemuan semesteran petani di desa Maneikun, Kecamatan Lasiolat pada tanggal 7 dan 8 Juni 2018 dengan tema Pengembangan Masyarakat Secara Terpadu Yang Berpusat Pada Aset. Pendekatan aset merupakan salah satu pendekatan yang menjadikan masyarakat sebagai agen perubahan itu sendiri dan lebih mengutamakan pada aset yang dimiliki masyarakat sebagai basis utama pengembangan program.  Pendekatan aset  ABCD (Asset Based Community Development) membawa paradigma baru yang menanamkan level keterlibatan masyarakat sampai pada kepemilikan bukan hanya sekedar berpartisipasi. Pendekatan ini bisa diterapkan di berbagai level (diri sendiri, keluarga, kelompok, desa, kecamatan dan kabupaten).

Tujuan dari pertemuan semesteran bersama petani yaitu mengevaluasi capaian dan tantangan program selama 6 bulan sebelumnya, merencanakan kegiatan untuk tahun 2018/2019, membangun proses saling belajar antar petani dalam mengelola aset yang dimiliki serta mendiskusikan isu-isu penting seperti kriteria desa phasing out dan implementasinya.

Pertemuan semesteran petani ini dilakukan secara partisipatif menggunakan metode ABCD dalam bentuk diskusi kelompok, presentasi, sharing pengalaman, penggalian gagasan, dan kunjungan kebun. Sedangkan proses pertemuan menggunakan sistim pendidikan orang dewasa dimana semua peserta diberi kesempatan membagi pengalaman dengan peserta lainnya melalui presentasi, tanya-jawab, kunjungan kebun dan diselingi dengan tarian tebe dan menyanyi.

Lebih dari 200 petani hadir dan terlibat aktif dalam pertemuan semesteran petani diantaranya dari petani desa-desa program, Asisten II Bupati, Dinas Peternakan, Bappeda, Koordinator Penyuluh, PPL, Babinsa, Babinkabtinmas dan aparat pemerintahan desa. Agenda utama pertemuan semesteran yaitu kunjungan kebun, sharing pengalaman keberhasilan orang disabilitas, evaluasi dan perencanaan, penilaian kapasitas Hutuntani dan UBSP,  launching benih jagung komposit. Petani juga berpartisipasi dalam pertemuan semesteran ini dengan swadaya bahan makanan seperti sayuran, pepaya, kacang hijau, kacang tanah, kacang tali, kacang nasi, pisang, kayu bakar, ubi kayu, makanan ringan seperti kripik pisang, kripik ubi, lombok dan sirih. Selain itu petani menjual produk mereka seperti minyak rematik, jamu instan, anyaman tempat sirih, tomat dan minyak VCO.

Dalam pertemuan semesteran ini dilakukan juga penilaian organisasi petani tingkat desa atau Hutuntani, UBSP (Usaha Bersama Simpan Pinjam) dan penilaian kebun petani. Dari hasil penilaian Hutuntani yang menjadi juara adalah Hutuntani Uma Tolu desa Renrua, Hutuntani Debulian desa Maneikun, Hutuntani Dubesi desa Dubesi, Hutuntani desa Bali Rai dan Hutuntani Maudemu desa Maudemu. Sedangkan untuk penilaian UBSP terbaik adalah UBSP Debulian desa Maneikun, UBSP Laliantolu desa Lakanmau dan UBSP Akitou desa Faturika. Untuk penilaian kebun yang menjadi juara tingkat kabupaten adalah bpk Matias Bou dari desa Dubesi, bapak Dominikus Moruk dari desa Lakanmau, bapak Dominikus Seran dari desa Renrua, bapak Ignasius Malik dan mama Maria Bikan dari desa Maneikun.