PELATIHAN DAN PENERAPAN PENDEKATAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT BERBASIS ASET (ASSET BASED COMMUNITY DEVELOPMENT/ABCD)

Saat ini sebagian besar organisasi pengembangan masyarakat atau LSM mulai beralih dari pendekatan masyarakat berbasis kebutuhan atau Need Based Approach ke pengembangan masyarakat berbasis aset atau lebih dikenal Asset Based Community Development – ABCD. Pendekatan berbasis kebutuhan cenderung mengutamakan masyarakat perlu ditolong oleh pihak luar, masyarakat lebih percaya pada apa yang dikatakan pemimpin mereka dan merasa mereka berkekurangan dan tidak mampu membawa perubahan dan pada akhirnya keadaan mereka menjadi baik karena bantuan pihak luar bukan dari diri mereka sendiri.

Pendekatan Pengembangan Masyarakat Berbasis Aset (Asset Based Community Development/ABCD) hadir sebagai salah satu pendekatan yang menjadikan masyarakat sebagai agen perubahan itu sendiri.   Pendekatan ini fokus pada aset yang dimiliki masyarakat sebagai basis utama pengembangan program. Pendekatan ini mencurahkan perhatian pada “gelas setengah penuh”, dimana kekuatan, kapasitas, dan aset komunitas digali sedemikian rupa agar semuanya bisa menjadi fondasi yang kuat untuk program pengembangann masyarakat. Pendekatan ini hadir untuk menumbuhkan mental positif serta memberikan semangat masyarakat untuk terbiasa mengekplorasi potensi diri sendiri.

Yayasan Mitra Tani Mandiri (YMTM) mulai mengembangkan pendekatan ABCD bersama masyarakat dampingan. YMTM dengan dukungan dari Caritas Australia, mempelajari pendekatan ini dari  Lembaga ELAMNZI dari Afrika Selatan.

Dengan melihat paradigma dan tools yang digunakan, YMTM memandang bahwa pendekatan ABCD cocok bagi YMTM.  Pendekatan ABCD membawa paradigma baru yang menanamkan level keterlibatan masyarakat sampai pada kepemilikan bukan hanya sekedar berpartisipasi.  Pendekatan ini merupakan sebuah proses yang bisa diterapkan berbagai level (diri sendiri, keluarga, desa, organisasi maupun pada level yang lebih luas). Pendekatan ABCD mendorong keterlibatan masyarakat sampai pada level pemilikan  bukan hanya sekedar berpartisipasi. Tools yang digunakan sangat mudah dan dapat mendorong masyarakat untuk mengidentifikasi dan meningkatkan aset yang mereka miliki termasuk aset finansial.  Pendekatan ini juga sangat bermanfaat untuk melakukan monitoring perkembangan anggota di lapangan.

Pelatihan Bagi Staf YMTM

Untuk meningkatkan kemampuan staf YMTM  tentang metode ABCD ini maka telah diselenggarakan pelatihan bagi staf YMTM yang berlangsung dari tanggal 23 April – 4 Mei 2018 di kantor YMTM di Kefamenanu. Tujuannya agar staf memiliki pemahaman yang lebih baik tentang paradigma pendekatan berbasis aset, memiliki ketrampilan untuk mengidentifikasi, memetakan aset serta peluang-peluang ekonomi dan mengorganisir aset untuk perencanaan program serta  mampu memfasilitasi anggota kelompok atau masyarakat untuk mengembangkan aset yang mereka miliki.

Materi pelatihan ABCD yang diberikan antara lain mendefinisikan ABCD, ABCD sebagai sebuah paradigma, ABCD sebagai sebuah proses, ABCD sebagai sebuah praktek, pemetaan aset manusia, aset alam, aset fisik, aset sosial dan aset finansial, penyusunan visi dan perencanaan serta praktek lapangan.

Penerapan Metode ABCD di Desa Baru

Setelah pelatihan ini YMTM telah menerapkan metode ABCD di beberapa desa baru antara lain di desa Tniumanu Kabupaten Malaka, desa Baudaok dan Sarabau di kabupaten Belu serta desa Tutem di kabupaten Timor Tengah Selatan.

Penerapan pendekatan ABCD bersama masyarakat lebih mudah karena identifikasi dan analisa tidak difokuskan pada masalah tetapi lebih fokus pada aset dan hal yg dibanggakan. Pendekatan ABCD lebih sederhana metodenya dan mudah dipahami masyarakat. Orang yang buta huruf bisa menggambarkan kebutuhannya melalui gambar, tidak harus menulis.

 

 

 

Proses penerapan di desa bersama masyarakat melalui tahapan inventarisir aset, kegunaan, penyusunan visi ke depan, penyusunan rencana, dan masyarakat memulai dengan aktivitas yg bisa dilakukan.