Monitoring Partisipatif Implementasi Program PIID-ISSTC Oleh Petani Di Wilayah Perbatasan Napan – Indonesia dan Oesilo -Timor Leste Melalui Kunjungan Silang Antar Petani

Bagi semua agen pembangunan masyarakat desa, partisipasi masyarakat merupakan tolok ukur yang amat penting dalam pemberdayaan masyarakat. Konsep partisipasi sering diintegrasikan dalam siklus identifikasi dan analisa masalah, perencanaan dan pelaksanaan program. Bagian yang sering terlupakan yakni partisipasi masyarakat pada tahapan monitoring dan evaluasi program. Pada hal monitoring yang dilakukan secara partisipatif akan memberikan banyak manfaat bagi petani sebagai pelaku dan penerima manfaat maupun bagi lembaga/instansi pelaksana program.

Menyadari hal ini maka dalam pengembangan program PIID-ISSTC kerja sama YMTM – UNDP telah menetapkan sistem monitoring partisipatif melalui kunjungan silang antar wilayah program/petani/kebun untuk memantau hasil perkembangan program. Sistem monitoring partisipatif dipilih karena merupakan metode yang tepat untuk mengumpulkan informasi yang aktual, menjadi ajang belajar antar petani, menjadi media bagi petani untuk saling memotivasi dan mengontrol, memupuk persaingan yang sehat antar petani dan petani dapat menilai kemajuan usaha yang dikembangkan dibandingkan dengan petani lain. Sebagai wujud dari plilihan metode monitoring tersebut, YMTM dan UNDP telah menyelenggarakan kegiatan montoring silang antar petani dalam impmentasi program PIID-ISSTC (Partnership Initiative for Institutional Development of Indonesia’s South-South and Triangular Cooperation). Pelaksanaan kegiatan kunjungan silang ini melibatkan petani sebagai pelaku sekaligus penerima manfaat program.

Sedangkan Output dari kunjungan belajar ini yakni terbangunnya proses yang interaktif antara petani Napan-Indonesia dan Oesilo- Timor Leste sehingga mereka saling mengenal, membangun jaringan, bertukar pikiran/sharing pengalaman, meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan peserta kunjungan dalam menerapkan Teknik GAP (Good Agricultural Practices) dan GHP (Good Handling Practices) yang tepat, tersedianya data hasil pemantauan lapangan sebagai gambaran kemajuan program secara partisipatif untuk saling memotivasi dan mengontrol dalam implementasi program dan tersedianya rencana tindak lanjut yang dihasilkan oleh peserta kunjungan untuk menjawab persoalan atau isu yang dihadapi petani di setiap wilayah.   

Monitoring partisipatif melalui kunjungan silang antar petani di wilayah perbatasan dilakukan selama 2 hari efektif di dua wilayah program. Kunjungan silang di Oesilo-Oecusse, Timor Leste melibatkan peserta dari 5 Grupo Saben dan Usapi Kolen, serta petani dari Napan juga berkunjung ke Oesilo dan terlibat bersama dalam kunjungan kebun. Sedangkan kunjungan silang di Napan-Indonesia melibatkan peserta dari 5 kelompok di Napan serta petani dari Oesilo juga berkunjung ke Napan untuk bergabung dalam kunjungan kebun di Napan. Kunjungan silang di Oesilo-Oecusse, Timor Leste dilakukan pada 4 April 2019 dan di Napan Kecamatan Bikomi Utara Kab TTU – NTT Indonesia dilakukan pada 5 April 2019.